Pada hari Ahad, 12 Juli 2026, bertempat di Masjid Al Insan lantai III RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menggelar pengajian rutin bulanan sebagai sarana untuk menyambung rasa silaturahmi, pembinaan spiritual dan mental bagi para pegawai sehingga terbentuk karakter, meningkatkan ketenangan batin, moral, dan etika kerja. Pengajian kali ini menghadirkan Ustadz Drs. H. Hendi Rustandi, SH., M.Si., dengan tema “Menggali Nilai Spritual Islami dalam Pelayanan Medis”.
Dalam pengajian tersebut turut berhadir dr. Lia Indriana, Selaku Direktur Utama, Drs. Mulyono, M.Pd., Direktur Keuangan, Umum, Ke-Muhammadiyahan, Pimpinan PT Alhijaz Indowisata cabang Palangka Raya, Hj. Ngismatul Choiriyah, para dokter spesialis, para manager, para kepala ruangan, serta pegawai yang hampir berjumlah 250 orang memenuhi ruangan masjid.
Direktur Utama, dr. Lia Indriana, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur serta menekankan komitmen terhadap rumah sakit khusus untuk pegawai. Ia menyampaikan Muhammadiyah mendirikan rumah sakit juga sebagai dakwah khsususnya dalam bidang kesehatan (sosial) yang menjadi ciri khas dari rumah sakit sudah mengikuti Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah (SIRSMA) sehingga dalam memberikan pelayanan harus berbeda dengan rumah sakit lainnya. Misalkan dalam memberikan pelayanan jangan lupakan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim”, menerapkan seyum, salam, sapa, sopan dan santun (5 S), serta lain sebagainya.
“Komitmen kita harus mengamalkan Al –Islam dan ke-Muhammadiyahan dalam setiap layanan kita (Dakwah Inklusif), sehingga apa yang kita lakukan dengan niat ikhlas berbuah pahala oleh Allah SWT, bukan hanya bekerja yang kita lakukan tapi juga mencari ridho-Nya, sehingga kita selamat dunia dan akhirat,” ujarnya.

Acara semakin khidmat dengan hadirnya, Ustadz Drs. H. Hendi Rustandi, SH., M.Si., beliau merupakan tokoh mubaligh Muhammadiyah nasioal serta seorang hakim Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kota Palangka Raya. Dalam tausiyahnya, menekankan pentingnya pengajian disetiap amal usaha Muhammadiyah termasuk RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, karena bagi Muhammadiyah pengajian adalah ruhnya Muhammadiyah, kalau tidak ada pengajian maka Muhammadiyah hidup bagikan tanpa roh. “Pengajian adalah ruhnya Muhammadiyah karena pengajian merupakan indikator dan denyut nadi yang menandakan organisasi masih hidup dan terus bergerak,” ujarnya.
Bila menengok jauh ke belakang, organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) juga mengawali dan mengembangkan pergerakannya melalui pengajian. Kegiatan pengajian-pengajian ini sekaligus merupakan tonggak awal pergerakan yang kemudian hari di tahun 1912 Kiai Dahlan mendirikan Muhammadiyah.
Ditegaskan oleh ustadz H. Hendi, Dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan pengajian atau sering pula disebut dengan Tabligh semakin mendapat porsi yang sangat penting bagi perkembangan gerak langkah Muhammadiyah. Bahkan pembentukan Majelis Tabligh menjadi tulang punggung utama gerak organisasi disamping terbentuknya Taman Pustaka dan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) atau yang disebut sekarang adalah PKU (Pembina Kesejahteraan Umat) Amal usaha di bidang kesehatan seperti jaringan RS PKU Muhammadiyah. Setiap pegawai Muhammadiyah termasuk di rumah sakit ini harus menyadari bahwa bekerja bukan sekedar profesi untuk mencari nafkah, melainkan wujud nyata dari pengabdian dan amanah Allah.
“Dalam menjalankan tugas sebagai pegawai Muhammadiyah, harus mempunyai sifat visioner berarti mampu melihat jauh ke depan dan merencanakan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan rumah sakit terutama dalam melayani pasien. Sementara itu, amanah adalah sikap bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan menjaga kepercayaan yang diberikan (trust) terutama dalam pelayanan dimulai dari niat yang tulus dan ikhlas sehingga semuanya dapat bernilai ibadah,” Tegasnya. (MF/Sam)

